f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

16 Sep, Thursday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Misteri Hilangnya Amelia Earheart

Jakarta – Kamis (6/2), Amelia Earheart melakukan penerbangan sejauh 29.000 mil atau sekitar 47.000 km pada tahun 1937. Ia melakukan penerbangan mengikuti jalur khatulistiwa sebagai misi untuk berkeliling dunia. Namun siapa sangka, penerbangan tersebut merupakan penerbangan terakhirnya sebelum ia menghilang secara misterius.

Dilansir dari Merinding.com, adalah Amelia Earheart, seorang wanita kelahiran Kansas, 24 Juli 1897. Amelia dikenal sebagai pelopor serta pendiri organisasi pilot wanita Amerika, Ninety Nine. Selain itu, ia juga merupakan wanita pertama yang mendapatkan penghargaan Distinguished Flying Cross. Hal ini dikarenakan prestasinya sebagai wanita pertama yang terbang seorang diri menyebrangi Samudera Atlantik.

Earheart telah menunjukkan ketertarikannya dengan dunia penerbangan sejak dini. Pelajaran terbang perdananya dilakukan pada tahun 1921 di Lapangan Udara Kinner, Long Beach. Sebelumnya ia merupakan seorang fotografer, perawat, hingga supir truk. 

Karier Amelia dalam dunia penerbangan terbilang sangat cemerlang. Pada 1922, ia menjadi perempuan ke-16 yang mendapatkan Lisensi Pilot Federation Aeronautique Internationale

Sejak tahun 1928, ia telah menjalankan beberapa ekspedisi yang ambisius dalam karier penerbangannya. Ia pernah terbang seorang diri melintasi samudera dan memecahkan rekor dunia selama beberapa kali.

Pada 1 Juni 1937, Amelia bersama Fred Noonan, navigatornya, terbang dari Miami dengan pesawat Lockheed L-10 E Electra. Ia berencana untuk melakukan perjalanan sejauh 29.000 mil atau sekitar 47.000 km. Ia ingin melakukan penerbangan mengikuti jalur khatulistiwa sebagai misi untuk berkeliling dunia. Di tengah-tengah penerbangannya, ia sempat beristirahat di beberapa negara. Yaitu Amerika Selatan, Afrika, India, Asia Timur, dan yang terakhir di Lea, New Guinea pada 29 Juni 1927.

Setelah singgah di New Guinea, ternyata mereka telah menyelesaikan perjalananya sejauh 22.000 mil. Mereka menyisakan 7.000 mil lagi untuk menyelesaika ekspedisinya. Ternyata perjalanan terakhir tersebut mengharuskan mereka untuk melewati Samudera Pasifik sebelum pulang ke Amerika.

Kemudian Amelia dan Fred menuju ke pulau Howland yang terletak di Samudera Pasifik pada tengah malam, 2 Juli 1937. Namun siapa sangka, pemancar transmitter 50 watt yang dipasang terletak kurang dari jarak semestinya. Hal ini menyebabkan gelombang radio menjadi kacau.

Transmisi suara yang terakhir terdengar dari gelombang radio tersebut ialah mereka berada di pulau Howland. Selain itu, Amelia juga mengatakan bahwa pesawatnya kehabisan bahan bakar. Sejak saat itu sudah tidak terdengar lagi laporan dari mereka dan mereka pun dinyatakan hilang.

Pada 19 Jul 1937, pemerintah Amerika Serikat menyatakan secara resmi bahwa Amelia Eraheart dan Fred Noonan menghilang. Franklin D. Rosevelt, Presiden Amerika Serikat pada saat itu, memerintahkan untuk melakukan pencarian besar-besaran. Namun pencarian yang turut melibatkan Angkatan Laut Amerika, penjaga pantai, hinga masyarakat tidak membuahkan hasil.

Ditemukan beberapa barang yang diduga milik Amelia oleh tim pencarian Gillespie di pulau Gardner (sekarang Nikumaroro). Yaitu Plexiglass dengan lengkungan dan ketebalan yang sama dengan pesawat Electra milik Amelia. Selain itu juga ditemukan sepasang sepatu berukuran 9, yang sama dengan ukuran kaki Amelia.

Ruas jari tulang juga ditemukan di pulau tersebut. Namun, awalnya sempat dikira tulang penyu, namun ternyata tulan manusia. Tak hanya itu, juga ditemukan sisa-sisa pembakaran serta ikan-ikan. Pada tahun 1939, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa Amelia dan Fred tewas. Maka upaya pencarian pun dihentikan.

Post a Comment

You don't have permission to register