f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

10 Aug, Monday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Misteri Hilangnya Walter Collins

Jakarta – Kamis (25/6), Walter Collins menghilang setelah pergi ke bioskop dekat rumahnya. Ibunya yang panik langsung menghubungi polisi setempat. Kasus hilangnya Bocah laki-laki ini pun menarik perhatian banyak orang. Fotonya terpajang di berbagai surat kabar serta tempat-tempat umum. Sang Ibu pun tidak pernah menyerah untuk mencari keberadaan putra tercinta.

Dilansir dari stmuhistorymedia.org, adalah Walter Collins, seorang Anak laki-laki berusia 9 tahun. Ia tinggal di Lincoln Heights, Los Angeles bersama sang ibu, Christine Collins. Pada 10 Maret 1928, Walter meminta izin untuk menonton bioskop pada sang ibu. Setelah diberi izin dan uang, Walter pun pergi ke bioskop dekat rumahnya. Namun hingga malam tiba, Walter tak kunjung pulang.

Ibunya pun khawatir karena anak lelakinya belum juga pulang hingga larut malam. Ia pun mendatangi rumah teman-teman walter, tapi mereka tidak tahu dimana Walter berada. Christine kemudian segera menghubungi polisi dan mereka pun sangat sigap. Kampanye untuk menemukan Walter tersebar di mana-mana.

Namun pencarian yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Sejumlah orang mengatakan mereka melihat anak kecil mirip Walter di utara San Fransisco. Mereka melihat anak itu berada di pom bensin di Glendale. Chrtistine dan polisi menduga jika Walter diculik oleh musuh ayah Walter. 

Kasus hilangnya Walter Collins sangat mendapat perhatian nasional dan Depatemen Kepolisian Los Angeles. Ratusan laporan dan petunjuk telah ditindaklanjuti namun hasilnya tetap nihil. Pihak kepolisian mendapatkan image yang negatif karena kasus ini belum juga terpecahkan.

Lima bulan setlah Walter menghilang, seorang bocah lelaki tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai Walter Collins. Christine sangat senang mendengar berita ini. Ia rela membayar $70 untuk bisa membawa anak itu pulang. Lalu polisi menggelar sebuah pesta untuk mengembalikan nama baik lembaga. Namun saat keduanya dipertemukan, Christine mengatakan jika anak itu bukan anaknya.

Petugas yang bertanggung jawab atas kasus ini, J.J Jones, menganjurkan Christine untuk membawa anak itu pulang selama beberapa waktu. Christine pun setuju dan membawa anak tersebut pulang. 

Tiga minggu kemudian, Christine kembali menemui kapten Jones dan bersikeras kalau Anak itu bukan Walter. Namun Christine malah ‘diinapkan’ di bangsal psikiatris di Los Angeles County Hospital dengan “Kode 12”. Kode tersebut merupakan sebuah penanda untuk pasien yang dianggap sulit.

Secara mengejutkan, anak itu berhasil meyakinkan polisi dan psikiater kalau dia adalah Walter Collins. Kapten Jones langsung menginvestigasi lebih dalam dan merasa memang ada yang aneh dengan anak itu. Setelah diselidiki, ternytaa terbukti bahwa anak itu bukanlah Walter.

Ia adalah Arthur Hutchkins dari Iowa. Ia mendapat perlakuan buruk dari ibu tirinya dan membuatnya kabur dari rumah. Hingga pada suatu saat ia mendengar bahwa ada anak laki-laki yang hilang. Merasa mirip dengan Walter, Arthur pun tidak melewatkan kesempatannya. 

Christine akhirnya dibebaskan 10 hari kemudian setelah Arhur mengakui kebohongannya. Christine lalu mengajukan gugatan terhadap Depastemen Kepolisian Los Angeles. Pada 13 September 1930, christine memenangkan gugatan terhadap Jones dan mendapatkan ganti rugi $ 10.800. Namun uang ganti rugi tersebut tidak pernah dibayarkan.

Upaya pencarian terus dilakukan selama bertahun-tahun, tapi Walter tidak kunjung ditemukan. Walter pun diduga menjadi korban pembunuhan berantai terhadap anak-anak yang dikenal dengan Wineville Chicken Coop Murders. Kasus Wineville Chicken Coop Muders sendiri merupakan kasus yang terjadi di Riverside County, California tahun 1926-1928.

Dalam kasus Wineville ini, Gordon Stewart Northcott melakukan penculikan terhadap anak-anak. Kemudian ia membawanya ke peternakan ayam miliknya di Northcott, Wineville (kini Mira Loma). Anak-anak yang bernasib Malang tersebut dilecehkankan, disiksa, hingga dibunuh.

Gordon tidak sendirian dalam melakukan aksinya, ia bekerjasama dengan sang ibu. Ketika polisi meringkus peternakan ayamnya, ditemukan banyak potongan anggota tubuh. Diduga, Walter merupakan salah satu korbannya.

Christine lalu menemui Gordon dan bertanya apakah dia membunuh anaknya. Gordon memberikan jawaban yang membingungkan juga tidak konsisten. Oleh karena itu, Christine yakin jika anaknya masih hidup.

Beberapa waktu kemudian, Gordon mengirimkan Christine sebuah telegram sebelum ia dieksekusi mati. Telegram itu berisi bahwa Walter bukan korbannya. Selain itu Gordon juga mengatakan bahwa ia akan jujur jika Christine datang sendiri tanpa polisi. Namun anehnya, ketika Christine datang, Gordon malah tidak mau bertemu. 

Selama 36 tahun, Christine tidak pernah menyerah dan tetap mencari anaknya. Namun hingga Christine menghembuskan nafas terakhirnya pada 8 Desember 1964, Walter belum ditemukan juga.

Post a Comment

You don't have permission to register