f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

09 Aug, Sunday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Benar Gak Sih Victoria’s Secret Bangkrut?

Jakarta – Selasa (7/7), Gosip Victoria’s Secret bangkrut akhir-akhir ini merebak setelah perusahaan memutuskan menutup ratusan toko. Hal ini dikarenakan merosotnya penjualan di kala pandemi COVID-19. Sejumlah toko di beberapa negara terkena imbasnya, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Hong Kong. Padahal Victoria’s Secret merupakan salah satu brand yang sangat kuat di dunia fashion.

Dilansir dari wolipop.detik.com, brand pakaian dalam ternama di dunia ini punya sejarah panjang. Nama Victoria’s Secret resmi dikenalkan ke publik pada 1977 oleh pendirinya, Roy Raymond. Menurut Business Insider, Victoria’s Secret menjadi retail lingerie terbesar di Amerika Serikat pada tahun 1990an. Pada saat itu ada 350 toko dan penjualan nya mencapai USD 1 miliar.

Perusahaan ini juga menggaet selebritas ternama sebagai modelnya. Namun sejak 2016, penjualan Victoria’s Secret mulai menurun seiring munculnya sejumlah kompetitor baru. Ditambah dengan pandemi COVID-19 yang memaksa terjadinya penutupan retail hampir di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, Victoria’s Secret membuka tokonya di Bali. Tepatnya di Beachwalk Shopping Center pada Agustus 2018. Di Jakarta, toko ini buka di Grand Indonesia Shopping Town pada Oktober 2018. Victoria’s Secret buka di beberapa tempat di Surabaya, Medan, dan Bandung.

Berikut sederet fakta yang memunculkan rumor Victoria’s Secret bangkrut;

Rencana penutupan 250 toko di Amerika Serikat dan Kanada

Brand ini berencana untuk menutup secara permanen sekitar 250 toko di Amerika Serikat dan Kanada tahun ini. Perusahaan induk Victoria’s Secret, L Brands, mengumumkan kabar itu pada Rabu (20/5/20) lalu.

Victoria’s Secret memiliki 1.091 toko di Amerika Serikat dan Kanada. Perusahaan pakaian dalam seksi itu akan menutup 235 Victoria’s Secret dan 3 toko Pink di Amerika Serikat. 12 Toko lainnya yang ditutup berlokasi di Kanada.

Menurut CEO Interim Victoria’s Secret, Stuart Burgdoerfer, penutupan toko ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat Victoria’s Secret.

Total penjualan bersih merosot tajam

Total penjualan perusahaan L Brands turun 37% pada kuartal yang berakhir 2 Mei 2020. Hampir semua toko perusahaan telah ditutup sejak 17 Maret karena pandemi COVID-19. 

CNBC menyebutkan penjualan bersih Victoria’s Secret dia kuartal pertama 2020 hanya sebesar USD 1,65 miliar. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan kuartal pertama tahun lalu sebesar USD 2,63 miliar.

Gagalnya penjualan Saham

Pada Februari 2020, L Brands mengumumkan untuk menjual 55% dari Victoria’s Secret kepada Sycamore Partners dengan harga USD 525 juta. Sycamore Partners adalah sebuah perusahaan ekuitas swasta di New York. Saat pandemi melanda, Sycamore mundur dari kesepakatan dan pada awal Mei kedua pihak membatalkan kesepakatan itu.

Saudara Victoria’s Secret tutup toko

Saudara Victoria’s Secret, Bath & Body Works, di Amerika Serikat dan Kanada juga direncanakan ditutup. L Brands berencana menutup secara permanen 50 toko Bath & Body Works di Amerika Serikat dan Kanada.

Brand perawatan tubuh ini mengalami penurunan penjualan di toko sebesar 18 persen. Namun penjualan lewat online meningkat hingga 85 persen. Terutama dari pembelian hand sanitizer dan sabun cuci tangan.

Kalah bersaing dengan kompetitor baru

Jauh sebelum adanya COVID-19, Victoria’s Secret kesulitan meningkatkan penjualan karena kalah saing dengan kompetitor baru. Seperti Aerie, ThirdLove dan Savage x Fenty milik Rihanna. Dikabarkan, Victoria’s Secret tetap pada konsep keseksian yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Post a Comment

You don't have permission to register