f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

10 Aug, Monday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

VIRAL! Ada Kelelawar Seukuran Manusia di Filipina

Jakarta – Rabu (8/7), Netizen Twitter sempat dihebohkan oleh unggahan akun @AlexJoestar622 pada Juni lalu. Akun tersebut membagikan foto seekor kelelawar berukuran raksasa. Kelelawar yang terlihat seperti seukuran manusia itu sedang tertidur di salah satu rumah warga.

Dilansir dari cnnindonesia.com, berdasarkan keterangan foto, hewan itu diketahui asli Filipina. Kelelawar itu disebut The Giant Golden-crowned Flying Fox atau Kelelawar Mahkota Emas Raksasa. Kelelawar raksasa ini punya nama lain, yaitu Acerodon jubatus

Mereka merupakan salah satu spesies kelelawar terbesar di dunia dan masuk kategori famili megabats. Mereka juga bisa ditemukan di beberapa bagian di Afrika, Asia, India, dan Oseania. Spesies terbesar mencapai rentang sayap 1,7 m. Namun tubuh mereka cukup kecil, panjangnya hanya 30 cm.

Meskipun demikian, banyak yang meragukan kelelawar itu termasuk spesies Acerodon jubatus. Melainkan mereka dianggap masuk spesies Pteropus vampyrus. Spesies ini memiliki ciri fisik khusus yaitu telinga panjang dan lancip serta wajah mirip rubah.

Di Filipina, kelelawar raksasa merupakan spesies terancam punah. Hal ini dikarena kan habitatnya semakin terkikis dan banyak diburu manusia.

Acerodon Jubatus

Kelelawar jenis Acerodon jubatus atau The Giant Golden-crowned Flying Fox merupakan hewan asli dan endemik Filipina. Mereka biasanya ditemukan di wilayah Palawan, Pulau Batanes, dan Pulau Babuyan. 

Hewan ini merupakan makhluk noktrunal. Artinya mereka mencari makan pada malam hari dan dapat terbang sangat jauh hingga 40 km saat mencari makanan.

Biasanya mereka berkumpul dalam koloni besar yang dapat menampung 150 ribu ekor ketika masuk musim buah-buahan. Mereka hidup berkelompok dan dapat dengan mudah melarikan diri dari pemangsa. Mereka juga bisa hidup berdampingan dengan kelelawar dari spesies lain. Mereka lebih menyukai buah dari pohon ara yaitu Ficus.

Acerodon jubatus diperkirakan memiliki dua musim kawin per tahun. Namun setiap kelelawar betina menghasilkan keturunan hanya sekali dalam setahun. Kemudian mereka akan siap mengandung pada usia dua tahun. Kelelawar betina biasanya melahirkan pada bulan April – Juni.

Pteropus Vampyrus

Pteropus vampyrus juga merupakan spesies kelelawar terbesar. Mereka memiliki rambut yang panjang dan berbulu tebal. Warna dan tekstur mantel sayap berbeda antara jenis kelamin dan kelas umur. Kelelawar jantan cenderung memiliki sayap yang sedikit lebih kaku dan tebal dibanding betina.

Sementara kelelawar yang belum dewasa hampir semuanya memiliki sayap berwarna abu-abu. Sedangkan kelelawar remaja biasanya memiliki sayap berwarna hitam pekat. Rambut di kepala mereka berwarna mahoni merah atau oranye hingga kehitaman. Sementara di area perut berwarna coklat atau hitam.

Pteropus vampyrus banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Seperti Semenanjung Melayu, Filipina bagian timur, Indonesia, dan Timor Leste. 

Kelelawar ini biasanya hidup di hutan bakau dan kebun kelapa. Di wilayah Pulau Kalimantan, mereka menghuni daerah pantai. Namun mereka dapat berpindah ke pulau-pulau terdekat yang menghasilkan banyak buah-buahan.

Pteropus vampyrus merupakan makhluk sosial yang memiliki ribuan koloni. Satu koloni bahkan tercatat berjumlah 2.000 ekor,  bahkan ada yang sampai 20.000 ekor.

Mereka aktif pada malam hari dan dapat terbang sampai 50 km untuk mencari makanan.

Mereka merupakan hewan herbivora, pemakan bunga, nektar, dan buah. Mereka juga mengkonsumsi serbuk sari.

Kelelawar ini bersifat poligini. Musim kawin bervariasi dan betina hanya melahirkan satu ekor anak kelelawar saja. Kemudian masa kehamilan berlangsung sekitar 140-190 hari.

Post a Comment

You don't have permission to register