f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

09 Aug, Sunday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Hati-hati, Telat Makan Malam Bisa Picu Obesitas!

Jakarta – Rabu (15/7), Telat makan malam sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi bagi kamu yang memiliki segudang urusan dan mengenyampingkan makan. Tapi, sebaiknya kamu mulai mengubah kebiasaan itu yaa! Dikarenakan, sebuah studi skala kecil terbaru di Amerika Serikat menunjukkan makan malam yang terlambat dapat memicu risiko kenaikan berat badan.

Dilansir dari viva.co.id, penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins. Penelitian itu diterbitkan dalam Jurnal Endokrinologi & Metabolisme Klinik Masyarakat Endokrin. Studi itu melibatkan 20 partisipan yang meliputi 10 pria dan 10 wanita sehat.

Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk menikmati makan malam dengan dua waktu yang berbeda. Kelompok pertama makan pukul 18.00 dan kelompok kedua makan malam pukul 22.00. Mereka kemudian diminta untuk tidur pukul 23.00. 

Para partisipan diberi makanan dengan jumlah kalori yang sama. Kemudian para peneliti akan mencatat kadar glukosa, insulin, trigliserida, kortisol dan penanda partisipan lainnya di malam hari dan keesokan paginya.

Hasilnya menunjukkan bahwa ketika para peserta makan malam pada pukul 22.00, kadar gula darahnya lebih tinggi dan jumlah lemak yang terbakar juga lebih rendah. Bahkan ketika jumlah kalori yang mereka makan sama dengan kelompok yang makan pada pukul 18.00. 

“Rata-rata, kadar glukosa puncak setelah makan malam sekitar 18% lebih tinggi. Dan jumlah lemak yang terbakar semalam menurun sekitar 10% dibandingkan dengan makan malam sebelumnya.”, jelas penulis pertama studi tersebut, Chenjuan Gu, MD, PhD.

“Efek yang kita lihat pada sukarelawan sehat mungkin lebih menonjol pada orang  dengan obesitas atau diabetes, yang sudah memiliki metabolisme yang terganggu.”, imbuhnya.

Pada penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa makan malam yang terlambat dapat menyebabkan obesitas dan sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi, lingkar pinggang yang lebih tinggi, kadar trigliserida yang tinggi, kadar kolesterol baik yang rendah, tekanan darah tinggi dan gula darah puasa tinggi.

Semua itu dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan serius lainnya.  

Sebuah studi tahun 2018 di Spanyol juga menemukan bahwa makan malam lebih awal, dua jam sebelum tidur, membuat orang memiliki risiko kanker payudara dan prostat yang lebih rendah.

“Studi ini memberi gambaran baru tentang bagaimana makan larut malam memperburuk toleransi glukosa dan mengurangi jumlah lemak yang terbakar. Efek dari keterlambatan makan sangat bervariasi di antara orang-orang dan tergantung pada waktu tidur mereka yang biasa.”, lanjutnya. 

“Ini menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap makan terlambat daripada yang lain. Jika efek metabolik yang kami amati dengan sekali makan terus terjadi secara kronis, maka makan malam yang terlambat dapat menyebabkan konsekuensi seperti diabetes atau obesitas.”, pungkasnya.

Post a Comment

You don't have permission to register