f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

10 Aug, Monday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Penonton Streaming Bajakan Turun 55% Dalam 10 Bulan

Jakarta – Kamis (23/7), Penelitian terbaru YouGov tentang perilaku menonton konten online dari konsumen Indonesia telah menunjukkan penurunan yang sangat besar. Terjadi penurunan sebesar 55% konsumen yang mengakses situs pembajakan selama sepuluh bulan terakhir.

Melansir viva.co.id, survei yang ditugaskan oleh Asia Video Industry Association’s Coalition Against Piracy (CAP) dan dilakukan oleh YouGov, menemukan hanya 28% dari pelanggan online yang menggunakan website streaming bajakan dan situs torrent. Hal ini  jauh lebih kecil 63% dari survei yang sama di September 2019.

Jika dibandingkan dengan survei serupa yang dilakukan oleh YouGov CAP, Indonesia saat ini memiliki tingkat penggunaan ISD terendah dibandingkan dengan Hong Kong, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan.

Pemblokiran situs bajakan menjadi penyebab penurunan yang signifikan ini. Sejak Juli 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), bekerja sama dengan Video Coalition of Indonesia (VCI), telah memblokir lebih dari 2.300 situs streaming pembajakan. Serta aplikasi ISD rata-rata 60 situs pembajakan diblokir setiap 10 hari.

Meskipun kemudian diperluas ke semua situs pembajakan, fokus awalnya adalah pada kelompok kejahatan indoXXi yang berbasis di Indonesia. Situs indoXXI adalah salah satu situs paling populer di Asia Pasifik. 

Tingkat pembajakan yang merajalela diidentifikasi oleh YouGov pada akhir 2019 sudah dinaikkan ke kantor Presiden dan Wakil Presiden. Hal ini mengakibatkan pejabat senior pemerintah berjanji untuk mengidentifikasi dan menuntut mereka yang mengoperasikan jaringan situs indoXXi kecuali mereka menghentikan operasinya.

Pemblokiran situs ‘bergulir’ pemerintah berlanjut hingga 2020. Menurut survei konsumen independen terbaru ini berdampak langsung pada kebiasaan menonton konsumen. 50% konsumen yang biasanya mengakses situs web bajakan menyatakan bahwa mereka tidak lagi mengakses situs web bajakan apapun. 

Selanjutnya, 34%  menyatakan bahwa mereka sekarang “jarang” mengakses situs web pembajakan. Pemblokiran situs terus-menerus juga memiliki dampak signifikan pada perilaku konsumen yang kini lebih cenderung mengakses platform konten legal. 

Sebanyak 16% konsumen yang mengetahui pemerintah memblokir situs film bajakan, kini berlangganan layanan streaming berbayar. Kemudian konsumen sebesar 23% mengatakan mereka lebih memilih menonton layanan streaming lokal gratis. Sementara sebanyak 74% konsumen sekarang dominan menonton layanan streaming internasional gratis.

Post a Comment

You don't have permission to register