f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

06 Aug, Thursday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Strategi Bioskop Korea, China, dan Jepang untuk Bangkit Saat Pandemi

Jakarta – Kamis (30/7), Hampir seluruh negara belum membuka bioskop di tengah COVID-19 ini. Justru industri layar lebar Korea Selatan, China, dan Jepang sebagai pasar film terbesar dunia sudah mulai bergeliat.

Melansir cnnindonesia.com, negara-negara dari Asia Timur itu sebenarnya merupakan yang paling awal terdampak pandemi. Ketiga negara ini pula yang lebih dulu terpaksa menutup banyak tempat hiburan, seperti bioskop guna meredam penyebaran COVID-19.

Kini, tiga negara Asia timur itu pula yang lebih dulu mampu bangkit secara perlahan dibandingkan pasar film besar lainnya. Hal ini terbukti dari banyak bioskop yang kembali beroperasi dalam beberapa pekan. Selain itu, jumlah penonton pun terus meningkat.

Tiga negara ini memiliki cara masing-masing dan beberapa kesamaan untuk membuat bioskop tetap hidup.

Korea Selatan dan Jepang memilih hanya menutup bioskop yang berada di kawasan berisiko tinggi (kawasan merah). Penutupan tersebut berlangsung selama beberapa bulan sejak akhir Februari atau awal Maret lalu. China sebagai negara pertama yang terdampak COVID-19, memilih untuk menutup semua bioskop di sana sejak Februari.

Perbedaan situasi mulai terlihat jelas pada April lalu. Saat itu, pemerintah Korea Selatan mulai melonggarkan aturan jaga jarak karena jumlah kasus baru COVID-19 tak bertambah signifikan. Korea Selatan bahkan sempat tak melaporkan kematian baru dalam beberapa pekan.

Tiga jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan, yaitu CGV, Lotte Cinema, dan Megabox pun mulai kembali beroperasi pada akhir April.

Hal serupa juga berlaku di Jepang. Bioskop mulai kembali beroperasi setelah Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut status darurat nasional di 34 prefektur berisiko rendah COVID-19 pada 11 Mei.

Jaringan bioskop terbesar di Jepang, Toho Cinemas, menyambut baik hal tersebut. Mereka lantas kembali membuka 10 bioskop di 34 kawasan tersebut pada 15 Mei. Aeon Cinemas juga mulai kembali beroperasi pada 18 Mei. Sementara itu, bioskop-bioskop yang terletak di 13 kawasan merah, seperti Tokyo dan Osaka, tetap ditutup hingga akhir Mei.

China juga menerapkan sistem serupa. Setelah melewati yang diduga gelombang kedua wabah COVID-19, ratusan bioskop di kawasan hijau China mulai beroperasi pada 20 Juli. Namun, bioskop di China dan Jepang diharuskan menutup kembali operasi mereka jika kasus COVID-19 kembali meningkat.

GSC Mid Valley supervisor Muhammad Hazim, 25, prepping the cinema hall for reopening. YAP CHEE HONG/The Star.

Pembukaan kembali bioskop di tiga negara tersebut tentunya disertai dengan sejumlah protokol keamanan dan keselamatan. Para pelaku industri bioskop dan film bersama Dewan Perfilman Korea, selaku perwakilan pemerintah, membuat aturan keselamatan seiring dengan pengoperasian kembali bioskop.

Pengunjung dan petugas bioskop tetap wajib jaga jarak dan menggunakan masker. Penonton bahkan dilarang berbicara, makan, dan minum selama di bioskop demi mencegah penyebaran pandemi. Disinfektasi juga harus dilakukan sebelum dan setelah penayangan film.

Sementara itu, bioskop Jepang juga mengatur jarak kursi untuk mengamankan jarak sosial. Mereka juga menggunakan layar plastik bening untuk membatasi interaksi pengunjung dengan staf.

Tak jauh berbeda, bioskop di China ternyata tak hanya mengatur jaga jarak, penggunaan masker, serta larangan makan dan minum. Asosiasi Film China juga mengatur film-film yang boleh diputar di bioskop maksimal berdurasi dua jam. Asosiasi Film China juga mewajibkan bioskop ditutup kembali apabila jumlah kasus di wilayah tersebut meningkat.

Keputusan tersebut diterapkan di Dalian yang terpaksa menutup kembali bioskop setelah satu karyawan berusia 58 tahun di pabrik olahan makanan laut di kawasan tersebut dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu (22/7).

Penutupan bioskop membuat semua film yang direncanakan tayang pada Kamis (23/7) dibatalkan dan penjualan dihentikan.

Bioskop kini dalam tahap pengembalian dana bagi penonton yang telah memesan tiket jauh-jauh hari. Jaringan bioskop lokal, seperti Wanda, harus mengembalikan lebih dari 9 ribu tiket akibat penutupan tersebut.

Post a Comment

You don't have permission to register