f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

23 Sep, Wednesday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Wisatawan Kembali KuNjungi Raja Ampat

Jakarta – Jum’at (7/8), Para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mulai mengunjungi sejumlah objek wisata di Raja Ampat. Hal ini dikatakan oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat memang mulai membuka sejumlah objek wisata. Hal ini dilakukan meski penyebaran COVID-19 masih terus bertambah di Papua Barat.

Melansir cnnindonesia.com, objek wisata yang dibuka baru pada lokasi-lokasi menyelam. Jumlah pengunjung pun belum banyak dibanding saat situasi normal. Pemkab Raja Ampat belum berani membuka seluruh objek wisata karena penyebaran COVID-19 masih tinggi.

“Beberapa objek pariwisata kami buka, tapi dengan menerapkan protokol yang sangat ketat. Pengunjung dan pemandu wajib mengikuti prosedur pencegahan COVID-19,” ujar Abdul Faris.

“Penyebaran COVID-19 di Kota Sorong masih cukup tinggi. Sedangkan Kota Sorong adalah pintu masuk menuju Raja Ampat. Kemarin masih terjadi penambahan cukup banyak di Kota Sorong,” lanjutnya.

Raja Ampat adalah satu dari sembilan daerah di Papua Barat yang terpapar COVID-19 dan sempat berstatus zona merah. Pandemi memberikan pukulan cukup berat terhadap sektor pariwisata di daerah tersebut.

Di Raja Ampat sendiri tercatat sebanyak 19 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini membuat pemerintah daerah setempat harus bekerja keras melakukan pengendalian dan membawa daerah ini kembali ke zona hijau.

Saat ini daerah tujuan pariwisata berskala internasional itu berhasil pindah dari zona merah ke zona kuning.

“Raja Ampat sangat bergantung dengan perkembangan COVID-19 di Kota Sorong. Setelah Kota Sorong zona hijau, baru kami berani buka seluruh objek wisata di Raja Ampat,” ujarnya lagi.

Saat ini Gugus Tugas COVID-19 Raja Ampat pun masih bekerja keras melakukan pencegahan. Seluruh pintu masuk dijaga secara ketat untuk mencegah gelombang kedua COVID-19.

Bagi wisatawan domestik yang hendak ke Papua Barat diharapkan membawa hasil tes negatif COVID-19 dari tes swab/PCR atau tes rapid yang berdurasi maksimal 14 hari sebelum keberangkatan.

Wisatawan dari luar daerah yang tidak memiliki fasilitas tes swab/PCR atau tes rapid wajib membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas yang menyatakan telah terbebas dari gejala seperti influenza.

Tak lupa, wisatawan wajib mengisi surat pernyataan dari maskapai yang bisa diunduh sebelumnya di situs resmi mereka. Sesampainya di bandara kedatangan, wisatawan wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (HAC) yang lalu diserahkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau perwakilan Dinas Kesehatan.

Salin dokumen penting yang dibawa, termasuk KTP atau tanda pengenal lain yang sah. Patuhi protokol kesehatan yang saat hendak terbang dan setelah mendarat. Seperti mengenakan masker, jaga jarak fisik, dan mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang digunakan bersama.

Syarat wisatawan berangkat ke Jakarta atau hendak pulang ke Jakarta juga sama, hanya saja perlu menyertakan formulir Corona Likehood Metrics (CLM). Kode QR yang didapatkan dari pengisian formulir ditunjukkan di bandara keberangkatan dan/atau kedatangan.

Post a Comment

You don't have permission to register