f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Landing            Editorial Staff            Contact Us

23 Sep, Wednesday
0° C
Image Alt

Kecemedia.com

Alasan Kenapa Suka Menonton Insta Stories Sendiri

Jakarta – Senin (24/8), Saat membagikan foto dan video ke media sosial, kamu mungkin sering bolak-balik melihatnya lagi. Sejumlah orang ingin mengetahui berapa banyak yang sudah melihat. Namun ada juga yang hanya menonton insta stories yang diunggahnya sendiri. Hal ini bukan karena narsis, seorang pakar mengungkap ada alasan psikologis di baliknya. 

Melansir wolipop.detik.com, dikatakan jika hal ini merupakan versi upgrade dari apa yang dilakukan orang-orang di zaman purba. Melihat kembali konten yang telah diunggah merupakan sesuatu yang normal. Banyak orang melakukannya untuk mencari validasi dan ingin menampilkan image tertentu pada dunia. Dengan mengetahui ada orang yang berinteraksi, kamu akan merasa terlebih terhubung dengan orang lain.

“Kita menonton kembali (Insta) stories untuk melihat lagi apa yang kita posting di sana. Dan mengetahui siapa yang melihatnya, siapa yang tertarik melihatnya. Dalam hal ini, bisa membuat kita merasa lebih terkoneksi,” kata Dr Elena Touroni, seorang konsultan psikologi.

Hal ini merupakan sebuah evolusi dari hal serupa yang dilakukan orang-orang jaman dulu. 

“Manusia pada dasarnya bersuku. Kita punya keinginan turunan untuk terkoneksi dan merasa diterima. Dulu, mengamankan tempat dalam suku penting untuk bertahan. Itulah mengapa keinginan untuk diterima sangat kuat, itu dulu adalah urusan hidup atau mati,” terang Elena.

Namun sering melihat konten medsos yang diunggah memang bisa menggambarkan sesuatu mengenai diri kita. Mungkin kamu bukan orang yang narsis atau egois, tapi mungkin sedikit kurang punya penghargaan diri.

“Validasi dari luar lebih dekat kaitannya dengan self-esteem yang rendah. Keinginan untuk berbagai, terkoneksi, dan menerima afirmasi itu semua normal, sifat manusia yang sehat. Itu menjadi negatif ketika kita butuh validasi eksternal untuk merasa puas dengan diri sendiri. Penghargaan diri harus selalu datang dari dalam,” ujarnya.

Elena pun memberikan saran untuk kamu yang merasa demikian. Ia menganjurkan agar kamu mematikan notifikasi dan melihat lagi akun-akun seperti apa yang diikuti. Pastikan kamu mengikuti atau melihat konten-konten yang positif dan membuat kamu merasa bahagia dengan diri sendiri.

Post a Comment

You don't have permission to register